welcome to the creard danu fushu

selamat datang di blog saya...
mudah mudahan blog ini bermanfaat untuk kalian...

just 1 pirit...

Senin, 20 Desember 2010

WR. SOEPRATMAN


terukir selalu namamu di hatiku
tak kala juangmu selalu terpanut dalam jiwaku
tak kuasa ku menangis saat ku nyanyikan lagu ciptaanmu

dengan lagumu
ku awali hari dengan semangat juang
dengan lagumu
ku awali hidup ini dengan penuh semangat
kau sangat berjasa di bumi pertiwi
berkat jasa mu
semangat juang mu
keberanian mu
karya mu
Negara ini semakin  maju
Maju terus INDONESIA ku
Garuda selalu di dadaku

HARAPANKU

tak terasa kehidupan ini tak bernyawa lagi tak terasa ruangan ini terasa sunyi
ku lewati detik demi detik seperti ini
hanya dengan setitik api

Gemuruh petir terasa menusuk hati
derasnya hujan membuat badan ini menjadi kaku
tetesan air turun dari jerami
membuat pening dikepala ku

kapan kehidupan ku berubah
ku ingin secepatnya
ya,,,,
secepatnya,,,,

ku nantikan sosok di balik pintu
kuberharap dialah penyelamatku
yang selalu menenangkan hatiku
yang selalu membuai diriku
dan yang selalu memanjakanku

pulanglah,,,,
pulanglah,,,,,,,
pulanglah Ibu,,,,

ku sangat membutuhkanmu,,,,

Selasa, 23 November 2010

VISI DAN MISI


DANU EGA PRASETYO
XI – AUTOMOTIVE  SATU

VISI DAN MISI
VISI
Membangun citra positif bagi osis dengan memberikan prestasi yang terbaik
dan sebagai panutan bagi peserta didik
SMKN 1 JAKARTA

Misi
v Mengadakan acara yang bernilai positif
                 yang dapat memacu kreatifitas para paserta didik yang lain
                          dalam pendidikan formal maupun nonformal

v Memajukan ekskul yang ada

v Mengadakan program kerja yang memiliki daya guna

v Meningkatkan kedisiplinan,etos kerja dan kerohanian para peserta didik

SMKN 1 JAKARTA


Jakarta, 23 November 2010
Sekian….

Minggu, 24 Oktober 2010

Alat Bantu Lahirnya Karateka Unggul


 
Alat Bantu Lahirnya Karateka Unggul
Banyak karateka yang lupa bahwa disamping mereka melakukan Latihan Wajib seperti Warming-up, Basic / Kihon, Gerakan pelenturan badan atau disebut taisyo ala karateka yang memaksa badan yang kaku menjadi lemas, Kata / Kembangan, Kumite bebas (Jiyu Kumite), Kumite dengan perjanjian (Yakusoku – Kumite), Naifu Kumite (Beladiri Karate) dan lain-lain.
Salah satu alat pembantu yang penting adalah MAKIWARA, yang terbuat dari sepotong papan panjang (+-) 1.80 M dan tebal (+-) 13 mm dan dengan keadalaman (+-)30 Cm ditanah dan sebagian atasnya dililit dangan tali rami atau sabut atau asbes atau karet ban mobil maka latihan pembentukkan pun dapat dimulai.
Pukul lah atau tendanglah dengan memakai seiken (kepalan dua jari tengah), Empi (siku), Mae Geri / Mawashi Geri, Uraken, shuto (tangan terbuka), dianjurkan latihannya 50 kali minimum perhari, 100 kali maximum, maka setelah selang beberapa hari anda akan menjadi Karateka yang andal dan Shuto, Empi, Geri, Tsuki akan menjadi dahsyat dalam penampilannya dan konon sangat berbahaya untuk perkelahian bebas, namun sangat bagus untuk penampilan karate. Silakan coba sekarang! Kenapa Tidak ?

Teknik Karate


Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata(jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).
KIHON
Kihon (基本:きほん, Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.
Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap DAN atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.
KATA
Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.
Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.
Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.
KUMITE
Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti “pertemuan tangan”. Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.
Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.
Untuk aliran full body contact seperti Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan kumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.
Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, dimana yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, dimana semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian dan menyerang titik vital.

Pertandingan Karate


Cara bermain
Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :
  1. Kumite (perkelahian) putera dan puteri
  2. Kata (jurus) putera dan puteri
KUMITE
Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.
KATA
Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan kata pilihan atau kata wajib dalam peraturan pertandingan.
Para peserta harus memperagakan kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dimana dia dapat memperagakan kata pilhan.
Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan kata, para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.
Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:
Shotokan : Kankudai dan Jion.
Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
Goju-ryu : Saifa dan Seipai.
Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar diatas.
LUAS LAPANGAN
  • Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
  • Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.
Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.
PERALATAN DIDALAM PERTANDINGAN KARATE
Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan Karate
  1. Pakaian Karate (karategi) untuk kontestan
  2. Hand Protector (pelindung tangan)
  3. Shin Guard (pelindung kaki)
  4. Obi (ikat pinggang) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  5. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
  • Gum Shield (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
  • Body Protector untuk kontestan putri
  • Groin Protector untuk kontestan putera
5. Pluit untuk arbitrator/alat tulis
6. Seragam wasit/juri
  • Baju putih
  • Celana abu-abu
  • Dasi merah
  • Sepatu karet hitam tanpa sol
7. Scoring board
8. Administrasi pertandingan
9. Lampu merah, hijau, kuning sebagai tanda waktu pertandingan dengan pencatat waktu (stop watch).
Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah groin protector untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.

Sabtu, 23 Oktober 2010

SEJARAH KARATE

Sebuah teori mengatakan bahwa asal mula karate berasal dari ilmu bela diri Okinawa. TE atau OKINAWA-TE adalah seni bela diri asli setempat yang telah mengalami perkembangan berabad-abad lamanya, dan kemudian banyak dipengaruhi oleh teknik perkelahian yang dibawa oleh para ahli seni bela diri Cina yang mengungsi ke Okinawa. Sekitar Abad ke5, seorang pendeta Budha yang terkenal bernama Bodhidharma (Daruma Daishi) mengembara dari India ke Cina untuk menyebarkan dan membetulkan agama Budha yang menyimpang selama ini di Kerajaan Liang di bawah Kaisar Wu. Setelah perselisihannya dengan Kaisar Wu karena perbedaan pandangan dalam ajaran agama Budha, Bodhidharma mengasingkan diri di biara Shaolin Tsu di pegunungan Sung di bagian Selatan Loyang Ibukota Kerajaan Wei. Di situlah dia melanjutkan pengajarannya dalam agama Budha dan menjadi cikal-bakal Sekte Zen.
Para Rahib Budha Cina pada waktu itu begitu lemah badannya, sehingga mereka tidak dapat menjalankan pelajaran-pelajarannya dengan baik. Setelah dia tahu hal ini, dia memberikan Buku Kekuatan Fisik kepada murid-muridnya, suatu buku petunjuk mengenai latihan fisik. Buku ini mengajarkan teknik pukulan yang dinamakan 18 Arhat, yang kemudian menjadi terkenal sebagai Shaolin Chuan. Suatu pendapat lain mengatakan, bahwa cerita di atas tadi adalah dongeng semata-mata. Bagaimanapun juga Bodhidharma adalah anak laki-laki ke-3 (tiga) dari Raja India Selatan. Dan sebagai Pangeran, dia ahli ilmu perang yang menjadi salah satu pendidikannya, hal serupa dengan Sakyamuni. Lagi pula hanya orang dengan pikiran dan badan yang kuat yang dapat mengadakan perjalanan yang demikian jauh dan banyak rintangannya.
Seorang ahli ilmu bela diri lain yang sangat terkenal yang muncul pada jaman Dinasti Sung (920-1279 M) adalah Chang Sang Feng (Thio Sam Hong). Awalnya Chang belajar ilmu bela diri pada Shaolin Tsu , kemudian mengasingkan diri di gunung Wutang (Butong). Di tempat inilah dia mengamati macam-macam gerakan binatang, seperti kera, burung bangau, dan ular. Berdasarkan pengamatannya, dia menciptakan gaya perkelahian yang khas dengan pribadinya yang disebut aliran Wutang. Kalau Shaolin Chuan hanya dipraktekkan oleh para Pendeta Budha, maka aliran Wutang ini diperuntukkan orang awam yang tidak ada ikatan dengan aliran Kuil manapun. Chang mengaja rkan supaya menerima pukulan lawan dengan gaya lemah gemulai seperti air yang mengalir dan menyerang dengan satu kepastian untuk mengakhiri perlawanan dengan sekali pukul. Ciptaannya didasari dengan gagasan tentang harus adanya gerak melingkar yang luwes dan gerakan ujung yang tajam. Aliran ini selanjutnya punya dampak yang luas di dalam perkembangan seni bela diri di China. Gaya aliran Wutang ini segera tersebar merata di seluruh Wilayah China bagian utara yang pada masa kemudian akan berkembang menjadi Taichi-Chuan, Hsingi-Chuan, dan Pakua-Chuan.
Masih terdapat banyak tokoh seni bela diri yang menciptakan gaya dan aliran masing-masing. Diantaranya Chueh Yuan yang juga pernah belajar di Shaolin Tsu. Pada tahun 1151-1368 M dia berhasil menciptakan aliran baru dengan cara memperluas 18 pukulan Arhat menjadi 72 jurus. Dia berkeliling ke banyak Wilayah China dan kemudian bertemu dengan Po Yu Feng yang menciptakan pukulan Wu Chuan. Keduanya mengadakan kerjasama menciptakan satu aliran baru yang mencapai 170 macam gaya ilmu pukulan, diantaranya Lima Tinju, Tinju Naga, Tinju Harimau, Tinju Bangau, Tinju Macan Tutul, dan Tinju Ular. Di seluruh Wilayah CIna yang begitu luas, berbagai macam gaya dan aliran bela diri dikembangkan, yang akhirnya menyesuaikan diri deng an sifat-sifat lingkungan di mana gaya dan aliran itu berkembang dan dipraktekkan. Namun pada umumnya, berbagai aliran dan gaya yang ada dapat dibagi menjadi dua aliran yaitu aliran UTARA dan aliran SELATAN.
Aliran Selatan berasal dari daerah Cina Selatan di bagian hilir sungai Yang Tse. Karena beriklim sedang, sumber kegiatan ekonomi yang paling utama di wilayah ini adalah pertanian khususnya beras. Rakyat setempat cenderung bertubuh gempal dan kuat karena kegiatan kerja di sawah. Disamping itu di wilayah selatan terdapat banyak sekali sungai, sehingga alat lalu lintas yang utama adalah perahu. Dengan mendayung sehari-hari menyebabkan badan bagian atas lebih berkembang. Maka dengan demikian aliran selatan ini menekankan pada gaya melentur dan penggunaan tangan dan kepala.
Aliran Utara berkembang di wilayah Cina Utara di bagian hulu Sungai Yang Tse, dimana sifat daerahnya adalah pegunungan. Mengingat di wilayah ini banyak orang terlibat dengan perburuan binatang dan penebangan kayu sebagai sumber nafkah. Maka aliran utara ini lebih menekankan pada gerakan yang lincah dan penggunaan teknik tendangan.
Selama masa peralihan dari Dinasti Ming ke Dinasti Ching, sejumlah ahli bela diri China melarikan diri ke negara lain untuk membebaskan diri dari penindasan dan pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh orang-orang Manchu yang menguasai China. Sebagai akibatnya ilmu bela diri China dari Jaman Ming ini disebarkan ke berbagai negara lain termasuk ke Jepang, Korea, Asia Tenggara, dan juga Kepulauan Okinawa. Salah seorang diantaranya Chen Yuan Pao yang menuju ke Jepang, dimana dia selanjutnya mengajarkan gagasan dan teknik Judo. Sampai pada abad ke-15 Kepulauan Okinawa terbagi menjadi 3 (tiga) Kerajaan. Dan pada tahun 1470 Youshi Sho dari golongan Sashikianji berhasil mempersatukan semua pulau di Kepulauan Okinawa di bawah kekuasaannya. Penguasa ke-2 dari golongan Sho, yaitu Shin Sho, menyita dan melarang penggunaan senjata tajam. Kemudian Keluarga Shimazu dari Pulau Kyushu berhasil menguasai Kepulauan Okinawa, tetapi larangan terhadap pemilikan senjata tajam masih terus diberlakukan. Sebagai akibatnya, rakyat hanya dapat mengandalkan pada kekuatan dan ketrampilan fisik mereka untuk membela diri.
Pada saat yang sama, ilmu bela diri dari Cina mulai diperkenalkan di Okinawa melalui para pengungsi yang berdatangan dari Cina yang saat itu sudah dikuasai oleh bangsa Manchu (Dinasti Ching). Diantara para pengungsi itu ada sejumlah ahli seni bela diri dari China. Pengaruh ilmu bela diri dari China ini dengan cepat sekali menjalar ke seluruh Kepulauan Okinawa. Melalui ketekunan dan kekerasan latihan, rakyat Okinawa berhasil mengembangkan sejenis gaya dan teknik berkelahi yang baru yang akhirnya melampaui sumber aslinya. Aliran-aliran seni bela diri Te (aslinya Tode atau Tote) di Okinawa terbagi menurut nama daerah perkembangannya menjadi Naha-te, Shuri-te, dan Tomari-te. Naha-te mirip dengan seni bela diri Cina aliran selatan, khususnya dalam pola gerakan yang dilaksanakan dengan gaya yang kokoh dan sangat tepat bagi orang yang bertubuh besar. Shuri-te mirip dengan seni bela diri Cina aliran utara yang pola gerakannya lebih menekankan kegesitan dan keringanan tubuh. Sementara kaum Shimazu makin memperketat larangan atas pemilikan senjata tajam, latihan pola bela diri Te ini makin berkembang.
Di Jepang sendiri juga telah ada pola bela diri sejak jaman dulu. Diantaranya yang sangat terkenal sampai saat ini ialah gulat Sumo. Dahulu Sumo sifatnya sangat keras dan ganas, dimana para pesertanya diperbolehkan saling pukul dan tenda ng dan secara mental memang sudah siap mati. Baru pada abad ke-8, pukulan dan tendangan yang mematikan tidak diperbolehkan lagi. Pertandingan Sumo kemudian sudah sangat mirip dengan pertandingan Sumo pada masa sekarang ini. Tokoh seni bela diri China yang mengungsi dari penjajahan bangsa Manchu juga tersebar ke seluruh Jepang. Berbagai macam gaya dan teknik yang mereka sebarkan menyebabkan timbulnya aliran-aliran baru. Di bawah pengaruh dan bimbingan Chen Yuan Pao, aliran Jiu Jitsu atau seni beladiri aliran lunak didirikan oleh beberapa tokoh beladiri Jepang. Konsep bahwa "Kelunakan dapat mengalahkan kekerasan" dinyatakan berasal dari China, dan aliran ini mengembangkan pengaruhnya yang penting pada pola bela diri lainnya. Diantaranya yang sangat populer ial ah Judo yang didirikan oleh Jigoro Kano.
Karena keuletannya untuk meneliti, melatih, dan mengembangkan diri, Judo telah berhasil diterima merata di seluruh Jepang sebagai satu cabang olah raga modern. Pada tahun 1923, Gichin Funakoshi yang lahir di Shuri, Okinawa pada tahun 1869 untuk pertama kalinya memperagakan Te atau Okinawa-Te ini di Jepang. Berturut-turut kemudian pada tahun 1929 tokoh-tokoh seperti Kenwa Mabuni, Choyun Miyagi berdatangan dari Okinawa dan menyebarkan karate di Jepang. Kenwa Mabuni menamakan alirannya Shitoryu, Choyun Miyagi menamakan alirannya Gojuryu, dan Gichin Funakoshi menamakan alirannya Shotokan. Okinawa Te ini yang telah dipengaruhi oleh teknik-teknik seni bela diri dari Cina, sekali lagi berbaur dengan seni bela diri yang sudah ada di Jepang, sehingga mengalami perubahan-perubahan dan berkembang menjadi Karate seperti sekarang ini. Berkat upaya keras dari para tokoh ahli seni bela diri ini selama periode setelah Perang Dunia II, Karate kini telah berkembang pesat ke seluruh dun ia dan menjadi olah raga seni bela diri paling populer di seluruh dunia. Masutatsu Oyama sendiri kemudian secara resmi mendirikan aliran Karate baru yang dinamakan Kyokushin pada tahun 1956.

Selasa, 28 September 2010

KERJA SAMA

A.Kerja Sama di Lingkungan Rumah

Orang tua menasihati kita untuk bekerja sama agar pekerjaan terasa lebih ringan dan lebih cepat diselesaikan. Kita dididik untuk mampu bekerja sama dimulai dari lingkup keluarga. Selanjutnya kita akan dituntut untuk mampu bekerja sama di lingkungan yang lebih luas, misalnya di lingkungan sekolah dan kelurahan atau desa. Dalam kerja sama, diperlukan semangat kerja dan niat yang tulus ikhlas. Berikut diuraikan bentuk-bentuk kerja sama yang dilakukan di lingkungan rumah.

1. Kerja Bakti Bersama Keluarga

Rumah merupakan tempat tinggal keluarga kita. Kebersihan rumah harus selalu dijaga. Rumah yang bersih akan membuat betah orang yang menghuninya. Hari Minggu Rini dan Rudi libur. Mereka tidak masuk sekolah. Mereka bekerja bakti membersihkan rumah. Rudi membantu ayah membersihkan meja dan kursi. Rini membersihkan kaca jendela. Ibu juga ikut menyapu dan mengatur hiasan rumah. Membersihkan rumah sebaiknya dilakukan dengan cara kerja sama. Pekerjaan akan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Sekarang rumah menjadi bersih dan rapi. Kebersihan pangkal kesehatan.

Image:resik2.JPG
Image:resik2.JPG
a. Mengelola Sampah
Setiap hari ada sampah di rumah. Sampah yang terbanyak berasal dari dapur. Sampah harus dikumpulkan dan dibuang di tempat sampah agar tidak berserakan. Tong sampah telah disediakan untuk menampung sampah dari dalam rumah. Rudi mempunyai tugas membuang sampah dari rumah ke tempat penampungan sampah yang ada di pinggir kampung. Tempat penampungan sampah tersebut digunakan untuk menampung sampah dari seluruh warga kampung. Setiap hari petugas pengangkut sampah membawa sampah ke tempat pem-buangan akhir. Di sana sampah menggunung karena banyak-nya sampah yang terkumpul. Rudi sering diingatkan oleh ibunya agar sampah plastik dipisahkan dari sampah lain. Hal itu untuk memudahkan pemulung memilah-milah sampah. Sampah plastik tidak bisa terurai lagi, tetapi sampah plastik dapat diolah (didaur ulang) menjadi beraneka macam barang. Ayah Rudi juga sering mengingatkan, agar sampah jangan dibiarkan terlalu lama berada di dalam rumah. Sampah-sampah yang terkumpul dan membusuk di rumah akan menyebarkan bau yang tidak sedap serta dapat menimbulkan penyakit. Kita sulit menghindar dari sampah. Oleh karena itu, sampah harus dikelola dengan baik. Sampah yang tampaknya tidak berguna, ternyata masih bisa dimanfaatkan jika kita kelola dengan baik. Sampah dari daun dan makanan bisa diolah menjadi pupuk kompos. Kompos adalah pupuk yang terbuat dari campuran bahan organik dan kotoran hewan. Termasuk bahan organik adalah daun-daunan dan sisa makanan. Sampah dari bahan lain, seperti dari plastik dan kertas, dapat diolah kembali (daur ulang) menjadi barang-barang berguna yang dibutuhkan manusia. Dapatkah kalian menyebutkan barang-barang yang terbuat dari sampah plastik dan sampah kertas yang didaur ulang?

Image:tempat 
sampah.JPG
Image:tempat sampah.JPG
b. Beternak Kelinci
Sudah lama ayah membuat kandang kelinci. Kandang itu dibuat dari bahan kayu. Ayah berencana mengajak Rudi dan Rini untuk beternak kelinci. Hari Minggu ayah mengajak Rudi dan Rini ke pasar hewan. Mereka membeli dua ekor kelinci betina dan satu ekor kelinci jantan. Ayah berpesan kepada Rudi dan Rini untuk merawat kelinci-kelinci tersebut dengan baik.

Image:kandang.JPG
Image:kandang.JPG
Rudi dan Rini memeliharanya dengan baik. Kandang dan makanannya selalu diperhatikan. Kelinci-kelinci itu berkembang menjadi banyak. Semua anggota keluarga senang dan makin bersemangat beternak kelinci. Kerja sama yang dilakukan dalam beternak kelinci mendatangkan banyak manfaat. Kelinci yang jumlahnya banyak itu kini dapat dijual. Uang hasil penjualan kelinci dapat dipakai untuk membeli berbagai keperluan Rudi dan Rini.
c. Memelihara Tanaman di Rumah
Di halaman rumah Rudi ada banyak pot berisi tanaman. Pot-pot tersebut berisi tanaman hias. Sungguh indah dipandang mata jika tanaman itu sedang berbunga. Bunganya berwarna merah, kuning, ungu, dan putih. Rini dan Rudi juga suka merawat tanaman. Mereka menyukai tanaman hias. Setiap hari mereka merawat tanaman hias bersama-sama. Mereka sekeluarga menyukai tanaman hias. Memelihara tanaman hias banyak manfaatnya. Bunganya yang berwarna-warni dan daunnya yang hijau memberikan pemandangan yang indah dan kesejukan. Selain itu tanaman juga membantu menjadikan udara yang kotor menjadi lebih bersih. Keluarga yang gemar tanaman dapat saling bekerja sama merawat tanaman sehingga tanaman tumbuh subur dan selalu segar.

2. Kekompakan dalam Keluarga

Setiap anggota keluarga memiliki tugas dan kewajiban sendiri- sendiri. Tugas dan kewajiban tersebut disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing. Kerja sama dan kekompakan dalam keluarga harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Pekerjaan yang diselesaikan bersama-sama dengan kompak akan terasa lebih ringan. Dengan kerja sama dan kekompakan, hal yang sulit dapat menjadi mudah. Dengan kerja sama dan sikap kompak, pekerjaan yang biasanya diselesaikan dalam waktu lama dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat. Kerja sama dan sikap kompak juga dapat meringankan biaya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan (karena biaya biasanya akan ditanggung bersama-sama melalui iuran).

B.Kerja Sama di Lingkungan Sekolah

1. Tugas Piket

Di kelas III telah di bentuk regu piket. Regu piket bertugas membersihkan kelas sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai. Petugas piket selalu berangkat lebih awal. Mereka bekerja bersama-sama membersihkan dan merapikan kelas. Ada yang menyapu lantai, menata buku-buku, merapikan meja dan kursi, serta membersihkan kaca jendela. Saat bel tanda masuk berbunyi kelas sudah rapi dan bersih. Kegiatan belajar-mengajar menjadi nyaman dan berjalan dengan lancar. Kegiatan piket, jika dikerjakan sendiri-sendiri akan berat dan lama. Hasilnya pun belum tentu baik.

Image:kelas.JPG
Image:kelas.JPG
Oleh karena itu, tugas melaksanakan piket perlu dilakukan dengan kerja sama agar terasa lebih ringan dan hasilnya baik. Merapikan dan membersihkan kelas bukan menjadi tanggung jawab regu piket saja tetapi juga tanggung jawab semua anggota kelas.

2. Lomba Kebersihan Kelas

Hari Senin, usai upacara bendera, kepala sekolah menyampaikan pengumuman tentang akan diadakannya lomba kebersihan kelas. Seluruh siswa diminta mengikuti lomba, agar kelas mereka tetap terjaga kebersihan dan kerapiannya. Jojo, sebagai ketua kelas III, segera membagi tugas kepada teman-temannya. Pada hari Jumat, lomba kebersihan kelas dimulai. Ada yang menyapu dan mengepel lantai, mengelap kaca jendela, membersihkan meja dan kursi, merapikan meja guru, dan menghias ruangan. Jojo dan kawan-kawannya bekerja dengan riang. Mereka bekerja sambil bernyanyi. Bu Farida, wali kelas III, turut menyemangati murid-murid dan membelikan makanan dan minuman dari kantin sekolah. Tidak ada satu murid pun yang mengeluh dan merasa lelah. Dengan bekerja sama, pekerjaan berat terasa ringan. Pepatah "Berat sama dipikul ringan sama dijinjing" mereka laksanakan dengan baik. Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Pada saat pengumuman pemenang lomba, kelas III dinyatakan sebagai juara pertama dalam lomba kebersihan kelas itu. Tentu saja, muridmurid kelas III menyambutnya dengan sukacita. Kerja keras dan kerja sama mereka membuahkan hasil yang memuaskan.

3. Belajar Kelompok

Di kelas III diadakan kegiatan belajar kelompok. Murid-murid dibagi menjadi enam kelompok belajar. Tugas-tugas dari ibu guru sering dikerjakan secara kelompok. Masing-masing anggota ikut bekerja sehingga tugas itu cepat selesai. Belajar secara kelompok dapat menambah semangat belajar. Jika ada teman yang mengalami kesulitan belajar, teman-teman yang lain ikut membantu mengatasi. Ibu guru senang dan bangga kepada murid-muridnya. Dengan dibentuknya kelompok belajar, anak-anak makin pandai dan berprestasi. Mereka tampak lebih bersemangat dalam menerima pelajaran dan menyelesaikan tugas.

4. Kerja Sama dalam Olahraga

Sekolah kami akan melakukan pertandingan sepak bola persahabatan dengan SD Kuningan I. Pertandingan akan diadakan satu bulan lagi. Pak Toni, guru olahraga kami, membentuk kesebelasan yang akan turun bertanding. Kesebelasan yang terbentuk beranggotakan murid kelas IV, V, dan VI. Mereka berlatih setiap sore. Pak Toni mengatakan bahwa kerja sama tim mutlak dibutuhkan dalam bermain sepak bola. Waktu pertandingan pun tiba. Pertandingan diadakan pada hari Minggu. Banyak murid dari kedua sekolah yang datang menonton. Pertandingan berjalan seru. Kerja sama para pemain dari tim sekolah kami cukup bagus sehingga bermain lebih kompak dan lebih baik dari tim lawan. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim sekolah kami. Saat upacara bendera hari Senin, bapak kepala sekolah mengumumkan hasil pertandingan itu. Bapak kepala sekolah memuji permainan tim sepak bola sekolah kami. Menurut beliau, kemenangan tersebut dapat diraih berkat kerja sama yang baik di antara para pemain. Tanpa kerja sama, sebuah tim tidak dapat bermain dengan baik dan akan kalah. Kerja sama yang baik menjadikan tim kami menang dan berhasil mengharumkan nama sekolah. Bapak kepala sekolah pun berkali-kali memberi pujian dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kemenangan tersebut.

Minggu, 26 September 2010

Kanker Paru-paru

  • Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain.

    Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.

    Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.
  • Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.
Karena penyakit pada paru-paru terutama disebabkan oleh asap rokok, maka Anda sebaiknya segera menghentikan kebiasaan ini dan jangan mencoba untuk memulainya bagi Anda yang belm pernah merokok. Hindari juga untuk menjadi perokok pasif yang bahkan lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Sayangi paru-paru, hindari penyakit paru-paru, dan Anda dapat bernapas dengan lebih lega.